waktupun mengeluh


waktu….. sebuah kata sarat makna. karena kita setiap hari tidak akan mungkin lari darinya. setiap detik kita lewati, setiap menit kita jalani dalam menapaki kehidupan. waktu tak akan mundur, dia akan terus maju takperduli kita tertinggal olehnya.

banyak peribahasa-peribahasa yang menggambarkan akan betapa pentingnya waktu

waktu adalah pedang

waktu adalah uang

lalu bagaimana dengan kita kawan? bagaimana mengenai TEPAT WAKTU. yang selalu kita gembar gemborkan?. jargon yang selalu menjadi semboyan banyak orang, di rumah, sekolah, perusahaan, instansi mauipun banyak organisasi rata-rata mengusung jargon ini. setiap undangan tertulis “Mohon datang tepat waktu”. tetapi realitanya???? bisa kita lihat sendiri sebuah kegiatan/pertemuan molor dari jadwal adalah pemandangan yang kalau boleh dibilang biasa di kalangan masyarakat kita. seakan-akan ada pemakluman untuk keterlambatan tersebut. bahkan terkadang yang mengundangpun sudah memperhitungkan keterlambatan dari orang yang diundang. misalnya acara dimulai jam 9.00 wib, dalam undangan akan tertulis jam 8.00 wib dan pihak pengundang sudah terlebih dahulu memperkirakan “paling-paling kalau di undangan jam delapan  datangnya jam sembilanan”. hal-hal seperti ini seakan akan menjadi pemakluman di masyarakat kita atau bahkan oleh kita sendiri.

seandainya kita kaitkan dengan peribahasa waktu adalah pedang dimedan peperangan maka telat satu detik menghindar maka kemungkinan kita akan tertebas oleh pedang musuh kita. begitu pula waktu adalah uang, jika 1  detik berharga Rp. 100, berapa puluh juta atau bahkan milyar uang yang hilang dari tangan kita kalau diakumulasi dari keterlambatan yang kita lakukan. selain hal itu juga tidak terasa kita sering melakukan korupsi waktu, kita sering mengabaikan ketepatan dalam pemenuhan janji meskipun hanya sekedar janji makan siang dengan teman.

apapun itu seandainya waktu bisa mengeluh pasti waktu sudah mengeluh dengan apa yang selama ini kita lakukan…. semoga kita bisa memanfaatkan waktu kita sebaik-baiknya, karena satu detik waktu yang kita lewati takkan pernah kembali. kita juga tidak pernah tahu sampai kapan kita diberi waktu oleh-Nya untuk menjalani hidup ini.

semoga ini menjadi renungan bagi kita semua.. dan semoga Allah SWT mengampuni kita atas kelalaian-kelalaian kita dalam bersilaturahmi dengan Sang Waktu..

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s