sekolah yang membebaskan


membaca buku Summerhill School (pendidikan alternatif yang membebaskan) karya Alexander sutherland Neil, membuatku bertanya Bagaimana jika model sekolah ini diterapkan di Indonesia?

Sumerhill adalah sekolah yang membebaskan murid-muridnya dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. sekolah ini berbentuk asrama dimana murid-muridnya dari umur tujuh tahun hingga 18 tahun. sekolah ini memberikan kebebasan sepenuhnya kepada murid-muridnya untuk tumbuh dan berkembang secara mandiri.

di sekolah ini memang mengutamakan kebebasan dan tanggung jawab. para murid sekolah ini boleh melakukan apa saja , mereka bebas bermain sekehendak hati mereka berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. mereka boleh mengikuti pelajaran ataupun mangkir jika pelajaran tidak mereka senangi.

Fasilitas di summerhill sangat komplet: mulai dari kolam renang, laboratorium, bengkel, studio musik, perpustakaan, lapangan olah raga, ruang teater sampai adanya ladang untuk bercocok tanam. sehingga murid-murid disini dapat memilih kegiatan sesuai dengan minat yang dimilikinya.

untuk masalah aturan, disekolah ini tetap diberlakukan aturan-aturan meskipun tidak seketat aturan di sekolah-sekolah formal. aturan-aturan ini dibuat oleh siswa, karyawan maupun guru secara bersama-sama dalam sebuah rapat bulanan. dimana di dalam rapat ini dibahas maslah aturan dan sanksi serta masalah-maslah yang terjadi di sekolah, untuk dicarikan solusinya.

sekarang bagaimana jika sekolah ini menjadi model sekolah di indonesia??

tentunya kita tidak bisa 100% mengadopsi model pendidikan di Summerhill ini, karena setiap negara tentunya memiliki keunikannya tersendiri. tetapi ada beberapa hal yang bisa kita terapkan di indonesia, misalnya suatu sekolah idealnya memiliki tempat-tempat yang bisa menunjang tumbuh kenbang anak, sehingga anak bisa memilih apakah dia suka bermain sepak bola atau bermain musik. dengan adanya fasililitas-fasilitas tersebut jiwa ekspresi dari anak bisa tersalurkan dalam kegiatan yang positif. Kemudian masalah peraturan, seandainya murid diberi kesempatan untuk ikut menentukan aturan yang berlaku di sekolah tentunya kemungkinan melanggar aturan akan bisa di tekan, tetapi dari pihak sekolah juga harus bisa mengontrol sistem aturan tersebut, jangan sampai aturan-aturan yang dibuat justru mengarah kepada hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di masyarakat.

Tetapi yang masih menjadi persoalan adalah ketika murid dan sekolah dibebaskan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar demi kemajuan dari murid, di indonesia Sekolah-sekolah masih terikat dengan kebijakan pemerintah sendiri. kita contohkan saja kurikulum KTSP , dimana sebenarnya inti dari kurikulum ini adalah untuk memberikan kebebasan guru atau sekolah untuk melaksanakan pendidikan sesuai dengan kemampuan anak, sekolah maupun lingkungannya. Tetapi lagi-lagi kurikulum ini terbentur oleh kebijakan pemerintah mengenai Ujian Nasional.

Bagimana Ujian Nasional diberlakukan sama kepada seluruh sekolah yang ada, padahal dalam kurikulum KTSP sekolah di beri kebebasan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan kondisi yang ada. hal ini menjadi bermasalah lagi karena fasilitas dari masing-masing sekolah berbeda, belum lagi sarana penunjang lain dan juga masih kurangnya pemerataan pembangunan sehingga sekolah di Ibukota akan jauh lebih baik dari segi fasilitas dengan sekolah-sekolah yang ada di daerah.

Jadi gambaran sekolah Summerhill paling tidak menjadi sebuah pembanding yang bisa menginspirasi sekolah-sekolah di indonesia. sebenarnya KTSP sudah mengarah kesana tinggal bagaimana dengan masih berlakunya Ujian nasional. kalaupun memang itu untuk menjaga Standar mutu kelulusan saiswa, berarti perlu dipikirkan bagaimana agar sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas berbeda bisa mengeluarkan output-output siswa yang sama dengan sekolah-sekolah yang berfasilitas lengkap. Nuwun

2 Komentar

  1. bung kinkin
    yang dibutuhkan sebagian besar anak Indonesia adalah
    bukan sekolah yang membebaskan kurikulum dan segala komponennya
    tetapi
    sekolah yang membebaskan SPP dan lain-lainnya
    dan
    sekolah yang membebaskan GURU dari tekanan ekonomi
    KTSP? mudah aja tuh asal semua guru sudah profesional,bermartabat, sejahtera

  2. yupp
    sepakat pak, sebenarnya KTSP mudah tetapi kenapa masih ada ujian nasional?
    kan kalau kurikulum di sesuaikan dengan keadaan sekolah. tentunya keadaan masing-masing sekolah berbeda, maka seharusnya ujiannya juga di sesuaikan…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s