Dzulhijah, Bulan Ketaqwaan dan Solidaritas sesama


DZULHIJAH. Bulan Dzulhijah merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam. Di bulan ini kaum muslimin dari seluruh penjuru  dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Ibadah haji menggambarkan bahwa Islam sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yaitu semua rukun haji.

Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. atau yang sering disebut juga dengan har raya Qur’ban. Idul Adha adalah salah satu hari raya umat islam. dimana hari raya ini jatuh pada tanggal 10 Dzulhijah. Makna yang terkandung didalam Idul adha ini sangat besar yaitu adanya keikhlasan dan kesabaran sebagai salah satu bentuk sikap untuk mengarungi kehidupan di masa sekarang yang semakin penuh dengan tantangan dan juga cobaan.

Pelajaran keikhlasan dan kesabaran ini di awali dari kisah Nabi Ibrahim yang mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih putranya Ismail.  karena rasa kepatuhan dan kesabarannya dengan Ikhlas Nabi Ibrahim mau melaksanakan perintah Allah tersebut. tetapi ketika Ibrahim akan menyembelih anaknya Allah mengganti tubuh Ismail dengan Domba. karena keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim. itulah awal mula diperintahkannya menyembelih Qu’ban pada hari raya Idul Adha dan 3 hari tasrik yaitu 11,12,13 Dzulhijah.

makna lain selain keikhlasan, ketaqwaan dan kesabaran seorang hamba kepada tuhannya,idul adha juga mengajarkan adanya rasa solidaritas yang tinggi kepada sesama umat manusia terutama kepada sesama muslim. Bentuk solidaritas kepada sesama umat manusia ini terambarkan dengan jelas dalam pembagian daging Qurban. Perintah berqurban bagi yang mampu ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sangat perduli terhadap fakir-miskin dan kaum dhu’afa lainnya. Dengan disyari’atkannya kurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertebal rasa solidaritas antar sesama, mengasah kepekaan  terhadap masalah-masalah sosial, saling bantu membantu dan mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama umat manusia.

dari uraian diatas jelas bahwa Idul adha memiliki makna yang beitu besar, tetapi secara garis besar bahwa makna dari Idul Adha adalah Keshalehan individu atau pribadi yang ditunjukan dengan rasa ketaqwaan, kesabaran dan Keikhlasan untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah SWT. yang kedua adalah Keshalehan sosial kepada sesama yang diwujudkan dengan saling berbagi, membantu dan menyayangi kepada sesama umat manusia. hal ini sangat cocok sebagai pembelajaran bagi kehidupan di masa sekarang yang cenderung lebih individualis, dan materialistis tanpa berfikir masih banyak sodara-sodara kita yang kekurangan.

Semoga sedikit tulisan ini bisa menggugah diri ini dan pembaca semua untuk lebih bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT tetapi juga tidak melupakan orang-orang disekitarkita yang memerlukan uluran tangan kita sebagai perantara Allah untuk membantu mereka.

Selamat HARI RAYA IDUL ADHA …

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s