Kendat = bunuh diri memakai tali

Bahasa daerah adalah kebanggan dari masing-masing daerah, tentunya kita sebagai bangsa indonesia yang menjunjung tinggi nilai toleransi antar semua warga negara tentunya harus bisa saling menghormati perbedaan yang ada. perbedaan dari berbagai suku, ras, agama maupun golongan di Indonesia adalah kekuatan terbesar kita.

terkait dengan tata bahasa ini, kemarin saya sempet ngobrol-ngobrol sama temen dari banyumas. dari obrolan ringan dengan temen saya tersebut saya mendapatkan kosakata baru yaitu KENDAT. awalnya saya terbengong-bengong mendengar kata tersebut. kalo di sragen ada kata ora kendat artinya tidak ada berhentinya alias terus menerus. tetapi ternyata kalo di daerah banyumas kata kendat diartikan bunuh diri tetapi special pake tali alias gantung diri. tetapi kata kendat ini ternyata seringnya digunakann saat kambing terjerat tali pengekangnya sendiri. dan ketika itu manusia itu diartikan dengan gantung diri.

Thanks prend saya dapat tambahan kosakata dalam memori otak ini. semakin banyak kosakata yang kita miliki maka kita akan semakin mudah berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.

Iklan

Bangkit dari keterpurukan bukan dari kuburan

“Bangkit dari keterpurukan bukan bangkit dari kuburan”

tulisan ini adalah salah satu status yang saya tulis di Fb. berbgai macam coment dari prend-prend. maksud dari tulisan itu sebenernya untuk mengingatkan saya sendiri mengenai kita harus bisa bangkit dari keterpurukan kita, apapun yang terjadi, apapun yang kita alami kita harus bisa bangkit dan melanjutkan langkah kita karena kita masih wajib berusaha sebelum kita dibangkitkan dari kuburan. Jika itu sudah terjadi maka kita tinggal menunggu rapor hasil berproses kita di dunia ini. jika ternyata hasilnya memuaskan maka surga telah disediakan untuk kita. tetapi jika tidak kita harus melewati pembersihan diri di neraka dahulu. Baca lebih lanjut