di balik teralis kegelapan


menyapa kehidupan dengan lambaian tangan

terasa hilang semua dalam gelap malam dan pekatnya kabut pegunungan

tersungkur di jalanan kota yang sehalus kain sutera

kehilangan senyum saat luka menganga

tertunduk lesu di pojok ruang hati

setetes air membuatku terjaga dari ke-alpha-an temporary

secercah cahaya di balik lubang bilik kesadaran ini

menuntunku meski tergopoh-gopoh beranjak

kubuka tirai penyikap logika dan jiwa

kutemukan taman-taman indah berbunga,

air mengalir dari curug-curug indah di kaki bukit

cahaya mentari terasa hangat membelai tubuhku yang masih gontai

dan ku terduduk bersimpuh di atas rerumputan hijau memandang penuh takjub

kupejamkan mata dan kubuka kembali berharap itu adalah nyata

dan kurasakan desiran angin yang menyapa dengan kesejukan

kini kuyakin di balik teralis kegelapan

dibalik ruang kehampaan

di ujung terowongan keterpurukan kan kita dapati

taman indah kebahagiaan .

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s