puisi cinta

untukmu cinta…

yang mengikat hati ini dengan tali kasih sayang

yang memenjarakan ku dalam penjara-penjara asmara

yang melantunkan senandung rindu para pujangga di setiap malam menjelang

untukmu cinta …

yang hadir dalam setiap tarikan nafas, dalam setiap kedipan mata

yang menggoda dalam lamunan dan menjelma, merasuk dalam mimpi-mimpi

yang menyapa dengan senyuman manis nan rupawan

menjadikanku semakin cinta

untukmu cinta…

yang berlari pergi meninggalkan berjuta harapan

yang terbang menjauh menembus batasan dimensi kehidupan

yang mencabik-cabik luka di dada, terkoyak tak bersisa

yang memalingkan muka dan menghilang dalam gelapnya malam

untukmu cinta…

diantara benci dan cinta ini

diantara kekecewaan dan harapan ini

diantara keikhlasan dan kemarahan ini

diantara hitam dan putih ini

engkau berada

untukmu cinta…

yang tersisa kini hanya untaian Doa

yang tersisa adalah cintaNYA

yang tersisa adalah DIA

yang tersisa adalah engkau …

cinta yang selalu ada … disaini … di Hati ini

#el_Muttaqien

5 sept’14 at 20:45 Wib

Cukuplah Engkau

saat sendiri sepi seakan tanpa arti

dikala beban hidup terasa bertumpuk

kita terpuruk dalam sekap kehidupan

hati gelisah… gundah .. tak tentu arah

dan seakan harapan musnah…

di saat roda kehidupan kita sedang di bawah

terjerembab dalam lubang – lubang keterpurukan

mimpi seakan hilang… terbang… melayang …

asa serasa sirna… cinta pun tiada… cita pun tak bersisa

di saat sendiri …sepi …

kusadari…cukuplah Engkau yang menguatkanku

cukuplah Engkau yang menemaniku

cukuplah Engkau tepat beerkeluh kesahku

cukuplah Engkau kusandarkan harapanku yang pernah musnah

kuserahkan cintaku yang pernah hilang

kuberikan mimpi-mimpiku untuk Engkau kabulkan

cukuplah Engkau

Cukuplah Engkau

Cukuplah Engkau… Cukup…

Hitam Putih Hidup

lilin memang tidak menyesali cahayanya yang hilang

begitupula wangi bunga saat mekar

harum hingga akhir ceritanya layu

episode kehidupan memang tiada kan kembali

karena detik terlewati tinggallah kenangan dan pertanggung jawaban

namun memori indah perjalanan, tiada ingin aku lupakan

karena indah kenangan adalah tonggak perjalanan

Hitam Putih warna kehidupan sebuah torehan langkah kita

kusongsong matahari pagi

yang menemani lembaran-lembaran hari

menatap cita dan harapan

tanpa kulupakan indah mentari

memerah di ufuk timur pagi tadi

 

10 Maret 2006

Chevy’84

Di Penghujung Malam

di penghujung malam sebelum mata terbuai mimpi

ku tengadahkan tangan dalam doa

untuk Ibu dan bapak ku

untuk adik-adik dan keluargaku

untuk kawan-kawanku

untuk seluruh manusia

untuk semua yang aku sayangi

Ya robb ampunilah Aku dan Mereka

jadikanlah aku lebih baik kedepannya

aku tahu tak cukuplah segala Ibadahku untuk menyelamatkan aku

terkecuali hanya Karena Kemurahan dan KeridhoanMU padaku yang selalu ku damba

Ya Robb di penghujung malam ini

tidurkanlah aku dalam kebaikan

lindungilah aku dan bangunkanlah aku esok hari dalam Semangat baru

semangat untuk menjadi lebih baik lagi menjadi lebih berguna lagi

karena lebih baik menjadi baik dan bermanfaat untuk sesama…amin

Lembar baru

memejamkan mata mencoba mengubur kenangan

saat semua harap telah hilang sirna

bersama mimpi yang terajut indah… musnah

membuka mata mencoba menancapkan asa

menatap kedepan lintas harapan

tertatih melangkah meninggalkan kubangan

yang menjerat hati dan perasaan

tetap tersenyum dalam doa untuknya

untuk sebuah akhir cerita indah bersama

kubuka lembaran kisah baru

dan kutuliskan Doa kepadaNYA

Ya Tuhanku jadikanlah aku jiwa yang Ikhlas menjalani takdirMU

Jiwa yang mampu bersyukur atas semua jalanMU

Hati yang penuh dengan kebaikan meski dalam kekecewaan

manusia yang mampu tetap tersenyumkepadaMU karena keyakinan TakdirMU

manusia yang tak berprasangka buruk atas jalan kehidupannya

Ya Tuhanku berikanlah aku kekuatan menempuh cobaan Mu

tempalah aku menjadi jiwa yang mampu meyakini MU dengan semua Jalan Takdir yang Engkau berikan kepadaku.

 

Terbanglah lepas jika harus

Terbanglah lepas jika harus

pergilah jauh jika itu langkah

terpahat dalam prasasti hati

hilang dalam ingatan

kepakkan sayap dan menarilah di atas sana

kupandang dari sini

di atas jemariku berpijak…dalam lumpur

semakin jauh..semakin menghilang…semakin menengadah aku

kutertunduk dan melangkah lelah

mengais puing-puing reruntuhan hati

 

 

keikhlasan hati

keikhlasan hati dalam jiwa yang mencoba mencari

hanya mampu bermimpi dalam keterjagaan ini

mencoba meraih sebongkah hati yang bercahaya

meski layaknya menapak ilalang belukar

keikhlasan hati menjadi sebuah bukti

setiap guratan takdir telah tergores rapi dalam kitab_NYA

yang terbaik buknlah hanya ingin kita

tetapi takdir terbaikNYA

keikhlasan hati untuk melepaskan

keridhoan untuk menerima

bersyukur dalam anugerah terindahNYA

kesabaran dalam setiap ujian

dan harapan untuk menjadi hamba yang dicintaiNYA.